Mengolah Duka dan Harapan dalam Film Fiksi Ilmiah Esok Tanpa Ibu

1 month ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Mengolah Duka dan Harapan dalam Film Fiksi Ilmiah Esok Tanpa Ibu Poster film Esok Tanpa Ibu(imdb)

KABAR segar datang dari industri perfilman tanah air. Penulis skenario Gina S Noer, bersama Diva Apresya dan Melarissa Sjarief, memperkenalkan proyek film terbaru bertajuk Esok Tanpa Ibu (Mothernet). Film ini membawa pendekatan unik dengan menggabungkan elemen fiksi ilmiah (sci-fi) dengan kedalaman emosi manusia dalam menghadapi kehilangan.

Dalam konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan perdana di Senayan, Jakarta, Gina menjelaskan bahwa naskah film ini mengeksplorasi konsep anticipatory grief yang ia sebut sebagai bentuk duka yang sempurna.

"Ini adalah duka yang jarang dibahas, yaitu perasaan berduka karena kita tahu sesuatu akan terjadi, misalnya orang terdekat sakit atau orang tua semakin menua," ujar Gina.

Berbeda dengan film fiksi ilmiah pada umumnya yang sering kali menggambarkan masa depan dengan nuansa suram atau bleak, 

Esok Tanpa Ibu justru memilih jalan optimisme. Sudut pandang ini lahir dari kegelisahan Rendy Aditya, seorang pengolah limbah asal Bandung, yang merasa fiksi ilmiah jarang memberi ruang bagi mereka yang mencintai dunia dan ingin mengabdikan inovasi teknologi demi lingkungan yang lebih baik.

Optimisme tersebut direpresentasikan melalui karakter Laras. Ia digambarkan sebagai sosok yang gigih menumbuhkan harapan dan bunga-bunga di tengah kondisi alam yang mulai rusak demi masa depan generasi mendatang.

Diva Apresya menambahkan bahwa film ini diharapkan mampu memantik diskusi publik mengenai aksi nyata bagi bumi. Ia menganalogikan duka yang dialami saat pandemi tahun 2020 sebagai pelajaran berharga. 

"Pesannya adalah harapan akan selalu ada, selama manusia mau mengakui duka itu ada dan semua berusaha untuk saling bergandengan tangan," ungkap Diva.

Sisi teknologi dalam film ini diperkuat melalui kehadiran karakter kecerdasan artifisial (AI) bernama i-BU yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. 

Menariknya, Dian juga memerankan karakter Laras dalam film yang sama. Ia menjelaskan bahwa sosok i-BU akan ditampilkan dalam berbagai tingkatan kecanggihan.

"Nanti, yang akan teman-teman tonton di bioskop pada 22 Januari 2026 adalah [AI] yang lebih canggih lagi. Itu udah lebih seram, kan kita belum pernah berkenaan dengan yang udah segitu, yang lebih menyerupai manusia. Belum," kata Dian.

Melalui peran i-BU, Dian berharap para orangtua dapat memetik pesan moral tentang pentingnya kualitas komunikasi dengan anak. 

Menurutnya, orangtua harus terus memperbarui diri agar tetap relevan dengan dinamika hidup anak-anak mereka, mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki manusia di dunia.

Film Esok Tanpa Ibu dijadwalkan akan menyapa penonton di bioskop mulai 22 Januari 2026 mendatang. (Ant/Z-1)

Read Entire Article