Kubu Nadiem Makarim Buka Suara soal Dakwaan Terima Rp809 M, Pengamat : Harus Dibuktikan di Persidangan

1 month ago 32
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Harus Dibuktikan di Persidangan mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi  Nadiem Makarim.(Antara Foto)

DOSEN hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Hadjar Fickar menegaskan dakwaan jaksa soal penerimaan uang Rp809 miliar pada Nadiem Makarim dalam kasus pengadaan laptop Chromebook  harus dibuktikan di persidangan.

Ia mengatakan kasus korupsi bukanlah soal ada atau tidaknya dana mengalir ke rekening pribadi, melainkan perbuatan tersebut menyebabkan kerugian negara. 

“Dalam hukum pidana korupsi itu bukan persoalan transfer uang ke rekening pribadi. Yang jadi fokus adalah ada tidaknya kerugian keuangan negara,” ujar Abdul, Rabu (17/12).

Abdul menjelaskan, unsur kesalahan atau mens rea dalam hukum pidana mencakup dua bentuk yakni kesengajaan dan kelalaian. 

Mens rea itu ada dua. Pertama, sengaja melakukan tindak pidana. Kedua, lalai. Kalau seseorang tidak sengaja dan juga tidak lalai, barulah dia harus dibebaskan,” kata Abdul

Ia menegaskan bahwa kelalaian dalam jabatan tetap dapat menjerat seseorang secara pidana, terutama jika pejabat gagal melakukan pengawasan hingga lahir kebijakan yang merugikan negara.

“Karena lalai mengawasi bawahan, bisa saja lahir keputusan yang merugikan negara. Itu sudah cukup untuk memenuhi unsur pidana,” ujarnya.

Menurut Abdul, perbedaan kesengajaan dan kelalaian dalam hukum pidana hanya berpengaruh pada berat-ringannya hukuman.

“Hakim biasanya menjatuhkan hukuman lebih ringan bagi pelaku yang lalai dibandingkan yang sengaja merugikan negara. Jadi debatnya bukan soal bersalah atau tidak, tapi seberapa berat hukumannya,” jelasnya.

Pernyataan Abdul relevan dengan dakwaan jaksa terkait proyek pengadaan laptop Chromebook yang mencapai sekitar Rp 809 miliar. Nilai itu dinilai berpotensi menimbulkan kerugian negara, meski masih harus dibuktikan dalam persidangan.

Abdul menekankan bahwa angka tersebut masih merupakan bagian dari dakwaan dan belum tentu berujung pada vonis.

“Semua itu harus dibuktikan di persidangan, apakah ada perbuatan melawan hukum dan siapa yang bertanggung jawab secara pidana,” katanya.

Ia menambahkan bahwa terdakwa dapat dibebaskan apabila dapat membuktikan tidak adanya unsur kesalahan atau tidak terpenuhinya unsur perbuatan melawan hukum.

“Misalnya tanda tangan dilakukan dalam kondisi ditutup-tutupi oleh staf, atau dalam keadaan sakit lalu dipaksa menandatangani. Semua itu harus diuji di persidangan,” jelasnya.(H-4)

Read Entire Article