Rumah Sakit Dustira: Ingatan Panjang Sejarah Medis dari Kota Garnisun Cimahi

16 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pintu gerbang Rumah Sakit Dustira setelah direnovasi, rumah sakit ini berawal dari Militaire Hospital hingga kini sebagai rumah sakit rujukan nasional (Foto: Dokumen penulis)

Rumah Sakit Dustira berdiri di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Keberadaan bangunan ini tidak terpisahkan dari sejarah lahirnya Cimahi sebagai kota militer kolonial. Sejak awal, Dustira bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan bagian dari rancangan besar pertahanan Hindia Belanda.

Hingga kini, rumah sakit tersebut masih aktif melayani masyarakat, sambil menyimpan memori panjang perjalanan sejarah bangsa. Statusnya sebagai cagar budaya memperkuat posisi Dustira sebagai saksi hidup perubahan zaman. Setiap sudut bangunan mencerminkan lapisan sejarah yang bertumpuk sejak abad ke-19.

Sejarah Rumah Sakit Dustira bermula ketika pemerintah kolonial Belanda mempersiapkan Cimahi sebagai kota garnisun utama. Bandung direncanakan sebagai pusat pemerintahan baru menggantikan Batavia yang dianggap tidak sehat. Cimahi kemudian dipilih sebagai kawasan penyangga militer Bandung.

Untuk mendukung aktivitas pasukan, Belanda membutuhkan rumah sakit militer yang representatif. Menurut Lubis dalam Sejarah Cimahi Kota Garnisun (2004), kebutuhan kesehatan tentara menjadi prioritas strategis. Dari kebutuhan itulah gagasan pendirian Militaire Hospital di Cimahi lahir.

Pembangunan Militaire Hospital dilakukan di atas lahan seluas sekitar 14 hektare. Tulisan “Anno 1887” yang tertera di gerbang rumah sakit sering dianggap sebagai tahun pendiriannya. Namun, berbagai arsip kolonial menunjukkan proses pembangunan berlangsung bertahap.

Rumah sakit ini dirancang sebagai rumah sakit militer kelas dua. Keberadaannya dimaksudkan untuk melayani prajurit Belanda dan pasukan sekutu. Dari Cimahi, jaringan kesehatan militer kolonial diperluas ke wilayah Priangan.

Arsip Nationaal Archief Belanda mencatat persetujuan desain rumah sakit pada 28 Mei 1896. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwira teknik militer J.C.H. Fischer. Persetujuan lanjutan diberikan oleh A.J.J. Staal sebagai komandan militer wilayah Jawa.

Keputusan pembangunan diperkuat melalui Besluit Gubernur Jenderal J.W.Ch. Cohen Stuart. Informasi ini dijelaskan dalam Koloniaal Verslag tahun 1898. Laporan tersebut menyebutkan rumah sakit mulai beroperasi pada akhir 1897.

Penyelesaian bangunan Militaire Hospital berlangsung hingga pertengahan 1898. Hal ini dikemukakan Fischer dalam Het Militaire Etablissement te Tjimahi (1899). Sejak beroperasi, rumah sakit melayani perawatan tentara kolonial secara intensif.

Bangunan ini dirancang mengikuti iklim tropis dengan sirkulasi udara optimal. Jendela besar dan langit-langit tinggi menjadi ciri utama desainnya. Arsitektur neo-klasik Eropa memberi kesan kokoh dan berwibawa. Karakter bangunan ini masih terlihat jelas hingga sekarang.

Memasuki masa pendudukan Jepang tahun 1942, fungsi rumah sakit kembali berubah drastis. Militaire Hospital dijadikan rumah sakit kamp bagi tawanan perang Belanda. Tentara Jepang juga memanfaatkan fasilitas medis tersebut. Situasi perang membuat rumah sakit berada dalam tekanan berat.

Memasuki era modern, RS Tk. II Dustira terus berkembang (Foto: Dokumen penulis)

Dokumentasi KITLV Leiden menunjukkan aktivitas medis dalam kondisi darurat. Rumah sakit tidak lagi sekadar tempat penyembuhan, melainkan bagian dari sistem penahanan perang. Masa ini meninggalkan jejak kelam dalam sejarah Dustira.

Setelah Jepang menyerah tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun, situasi politik belum sepenuhnya stabil di Cimahi. Pada periode 1945 hingga 1947, rumah sakit dikuasai kembali oleh NICA. Pemerintah sipil Hindia Belanda tersebut berupaya mengembalikan kontrol kolonial.

Militaire Hospital kembali melayani kepentingan Belanda. Kondisi ini berlangsung di tengah konflik bersenjata dengan pejuang Indonesia. ...

Read Entire Article