Rumah Sakit Dustira berdiri di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Keberadaan bangunan ini tidak terpisahkan dari sejarah lahirnya Cimahi sebagai kota militer kolonial. Sejak awal, Dustira bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan bagian dari rancangan besar pertahanan Hindia Belanda.
Hingga kini, rumah sakit tersebut masih aktif melayani masyarakat, sambil menyimpan memori panjang perjalanan sejarah bangsa. Statusnya sebagai cagar budaya memperkuat posisi Dustira sebagai saksi hidup perubahan zaman. Setiap sudut bangunan mencerminkan lapisan sejarah yang bertumpuk sejak abad ke-19.
Sejarah Rumah Sakit Dustira bermula ketika pemerintah kolonial Belanda mempersiapkan Cimahi sebagai kota garnisun utama. Bandung direncanakan sebagai pusat pemerintahan baru menggantikan Batavia yang dianggap tidak sehat. Cimahi kemudian dipilih sebagai kawasan penyangga militer Bandung.
Untuk mendukung aktivitas pasukan, Belanda membutuhkan rumah sakit militer yang representatif. Menurut Lubis dalam Sejarah Cimahi Kota Garnisun (2004), kebutuhan kesehatan tentara menjadi prioritas strategis. Dari kebutuhan itulah gagasan pendirian Militaire Hospital di Cimahi lahir.
Pembangunan Militaire Hospital dilakukan di atas lahan seluas sekitar 14 hektare. Tulisan “Anno 1887” yang tertera di gerbang rumah sakit sering dianggap sebagai tahun pendiriannya. Namun, berbagai arsip kolonial menunjukkan proses pembangunan berlangsung bertahap.
Rumah sakit ini dirancang sebagai rumah sakit militer kelas dua. Keberadaannya dimaksudkan untuk melayani prajurit Belanda dan pasukan sekutu. Dari Cimahi, jaringan kesehatan militer kolonial diperluas ke wilayah Priangan.
Arsip Nationaal Archief Belanda mencatat persetujuan desain rumah sakit pada 28 Mei 1896. Dokumen tersebut ditandatangani oleh perwira teknik militer J.C.H. Fischer. Persetujuan lanjutan diberikan oleh A.J.J. Staal sebagai komandan militer wilayah Jawa.
Keputusan pembangunan diperkuat melalui Besluit Gubernur Jenderal J.W.Ch. Cohen Stuart. Informasi ini dijelaskan dalam Koloniaal Verslag tahun 1898. Laporan tersebut menyebutkan rumah sakit mulai beroperasi pada akhir 1897.
Penyelesaian bangunan Militaire Hospital berlangsung hingga pertengahan 1898. Hal ini dikemukakan Fischer dalam Het Militaire Etablissement te Tjimahi (1899). Sejak beroperasi, rumah sakit melayani perawatan tentara kolonial secara intensif.
Bangunan ini dirancang mengikuti iklim tropis dengan sirkulasi udara optimal. Jendela besar dan langit-langit tinggi menjadi ciri utama desainnya. Arsitektur neo-klasik Eropa memberi kesan kokoh dan berwibawa. Karakter bangunan ini masih terlihat jelas hingga sekarang.
Memasuki masa pendudukan Jepang tahun 1942, fungsi rumah sakit kembali berubah drastis. Militaire Hospital dijadikan rumah sakit kamp bagi tawanan perang Belanda. Tentara Jepang juga memanfaatkan fasilitas medis tersebut. Situasi perang membuat rumah sakit berada dalam tekanan berat.
Dokumentasi KITLV Leiden menunjukkan aktivitas medis dalam kondisi darurat. Rumah sakit tidak lagi sekadar tempat penyembuhan, melainkan bagian dari sistem penahanan perang. Masa ini meninggalkan jejak kelam dalam sejarah Dustira.
Setelah Jepang menyerah tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun, situasi politik belum sepenuhnya stabil di Cimahi. Pada periode 1945 hingga 1947, rumah sakit dikuasai kembali oleh NICA. Pemerintah sipil Hindia Belanda tersebut berupaya mengembalikan kontrol kolonial.
Militaire Hospital kembali melayani kepentingan Belanda. Kondisi ini berlangsung di tengah konflik bersenjata dengan pejuang Indonesia. ...

16 hours ago
3






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412562/original/065570900_1763096258-Amazon_Leo.png)
