Perpres 46/2025 Percepat Pengadaan, Transparansi jadi Kunci

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Perpres 46/2025 menggeser pengadaan menjadi lebih cepat, transparan, dan berbasis data. Foto: https://jdih.gresikkab.go.id

Pengadaan barang dan jasa pemerintah selama ini sering dipahami sebagai urusan teknis di balik meja: dokumen, tender, lalu kontrak. Namun, bagi warga, pengadaan adalah soal kapan layanan benar-benar hadir. Apakah alat kesehatan tiba tepat waktu di puskesmas, buku pelajaran sudah tersedia saat tahun ajaran dimulai, atau jalan penghubung desa selesai sebelum musim hujan datang.

Kesadaran itulah yang menjadi roh Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025. Regulasi ini tidak sekadar mengubah tata cara pengadaan, tetapi juga menata ulang cara pandang negara terhadap belanja publik. Pengadaan didorong untuk lebih cepat, tetap akuntabel, dan berpijak pada data. Intinya, proses dipangkas tanpa mengorbankan mutu dan keterlacakan.

Reformasi ini melanjutkan jalur perubahan yang sudah dimulai beberapa tahun terakhir. Prinsip efisiensi, transparansi, persaingan sehat, dan keberpihakan pada produk dalam negeri—yang sebelumnya menjadi norma kebijakan—kini dipaksa turun ke level praktik harian. Negara tidak lagi cukup “mematuhi prosedur”, tetapi dituntut memastikan hasil pengadaan benar-benar terasa manfaatnya.

Salah satu kunci percepatan ada pada pemanfaatan katalog elektronik. Untuk komoditas yang sudah tersedia, jalur belanja melalui e-Katalog diprioritaskan. Informasi harga, spesifikasi, kandungan dalam negeri, hingga rekam jejak transaksi dapat diakses terbuka. Waktu pemilihan penyedia menjadi lebih singkat, sementara transparansi justru menguat karena seluruh jejak keputusan terekam secara digital.

Ilustrasi Belanja Online. Foto: Shutterstock

Namun, percepatan bukan berarti melonggarkan kontrol. Perpres ini menegaskan disiplin kontrak sebagai pagar utama akuntabilitas. Kontrak tidak lagi diperlakukan sebagai formalitas administratif, tetapi sebagai alat pengendali risiko. Jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, hingga jaminan pemeliharaan harus disusun secara tegas agar kepentingan negara terlindungi ketika pekerjaan tidak berjalan sesuai rencana.

Perubahan lain yang penting adalah penekanan pada pengambilan keputusan berbasis data. Penyusunan harga perkiraan tidak boleh lagi bersandar pada kebiasaan atau asumsi. Harga harus ditopang oleh rujukan pasar yang dapat diverifikasi, pembanding kontrak sejenis, dan referensi resmi yang dapat ditelusuri. Dengan cara ini, pengadaan diharapkan terhindar dari jebakan harga yang tidak wajar, sekaligus memperkecil ruang sengketa di kemudian hari.

Reformasi pengadaan juga bersentuhan langsung dengan kebijakan fiskal. Tahun 2025 menandai penyesuaian tarif pajak pertambahan nilai yang berdampak pada perencanaan anggaran pengadaan. Bagi pelaksana di lapangan, kehati-hatian menyusun harga menjadi kunci agar tidak terjadi salah tafsir antara pemerintah dan penyedia. Transparansi dalam penetapan harga sejak awal menjadi syarat agar proses berjalan mulus.

Lebih jauh, kebijakan pengadaan diarahkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi domestik. Keberpihakan pada produk dalam negeri dan pelaku usaha kecil tidak lagi berhenti di level slogan, tetapi diterjemahkan dalam pilihan belanja sehari-hari. Setiap transaksi pengadaan memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi lokal, memperluas pasar bagi pelaku usaha, dan memperkuat daya saing produk nasional.

Ilustrasi pelaku usaha. Foto: Shutterstock

Pengawasan pun diubah pendekatannya. Aparat pengawasan internal didorong hadir sejak tahap perencanaan, bukan sekadar memeriksa di akhir. Dengan pengawasan dini, potensi kekeliruan dapat dikoreksi lebih cepat tanpa menghambat proses. Budaya kerja yang diharapkan pun bergeser: kepatuhan dibangun sejak awal, bukan dicari-cari setelah masalah muncul.

Di titik ini, ukuran keberhasilan regulasi tidak lagi diukur dari rapi tidaknya dokumen, tetapi dari hadirnya layanan publik tepat waktu. Ketika alat kesehatan sampai sebelum pasien menunggu terlalu lama, buku pelajaran tersedia saat murid memulai semester baru, dan proyek infrastruktur selesai tanpa sengketa berlarut, di situlah reformasi pengadaan menemukan maknanya.

Perpres Nomor 46 Tahun 2025 memberi peta jalan yang jelas. Namun, peta hanya akan bermakna jika diikuti oleh langkah nyata para pelaksana. Tantangan terbesar bukan pada teks kebijakan, melainkan pada kemauan mengubah kebiasaan lama. Dari yang semula berorientasi prosedur menuju praktik pengadaan yang cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, reformasi pengadaan bukan semata urusan birokrasi. Ia adalah soal kepercayaan publik. Setiap rupiah belanja negara harus terasa manfaatnya. Ketika pengadaan berjalan lebih cepat dan transparan, kepercayaan itu pelan-pelan dibangun kembali dari meja kerja aparatur, hingga ke ruang-ruang layanan yang langsung dirasakan warga.

Read Entire Article