Survei LSI Denny JA: Mayoritas Tolak Penghapusan Pilkada Langsung

1 week ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan, mayoritas masyarakat menolak penghapusan Pilkada langsung. Penolakan dalam survei ini sudah melampaui ambang psikologis.

Dalam paparan survei yang disampaikan peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, disebutkan, Sebanyak 66,1% responden secara nasional menyatakan tidak setuju jika kepala daerah dipilih oleh DPRD. Hanya 28,6% yang setuju, sementara 5,3% menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Menurut Ardian, penolakan ini bukan sekadar mayoritas tipis, melainkan mayoritas kuat, melampaui ambang psikologis 60% yang dalam ilmu opini publik menandai penolakan sistemik, bukan fluktuasi sesaat. “Lebih penting lagi, penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok, melainkan menyebar merata di hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” jelas Ardian.

Survei ini menggunakan metode Multi-stage random sampling, dan dilaksanakan pada 10–19 Oktober 2025, dengan menggunakan sampel 1.200 responden, yang mewakili pemilih Indonesia.  Data diambil dengan wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur. Adapun Margin of error sebesar ±2,9%.

Hal yang cukup menarik dalam survei ini, menurut Ardian, penolakan makin meningkat di kelas ekonomi atas. Disebutkan Pendapatan < Rp2 juta/bulan yang menolak 64,9%, pendapatan Rp2–4 juta/bulan (65,9% menolak), dan > Rp4 juta/bulan sebanyak (70,0% menolak).

“Penolakan meningkat seiring kenaikan pendapatan. Ini menegaskan bahwa resistensi terhadap Pilkada DPRD bukan didorong oleh ketidaktahuan politik, melainkan oleh kesadaran akan risiko oligarkisasi kekuasaan lokal,” jelas Ardian.

Dari sisi preferensi politik, menurut Ardian, bahkan basis Kekuasaan juga menolak. Pemilih Prabowo Subianto (67,1% menolak), Pemilih Ganjar Pranowo (77,5% menolak), dan pemilih Anies Baswedan (60,9% menolak). 

“Mayoritas konstituen hampir semua partai politik juga menolak Pilkada DPRD, bahkan di partai-partai besar, angka penolakan berkisar 56–95% tergantung basisnya,” kata Ardian. Ini berarti, lanjut dia, dukungan elektoral tidak otomatis berbanding lurus dengan persetujuan atas perubahan sistem demokrasi  .

Ardian menegaskan, angka-angka dalam survei ini bukan sekadar statistik.Ia adalah ingatan kolektif tentang hak memilih, tentang dua dekade rakyat menentukan nasib daerahnya sendiri.“Dan ketika ingatan itu diabaikan, yang terancam bukan hanya sistem pemilu melainkan kepercayaan rakyat pada demokrasi, dan pada negara itu sendiri,” ungkapnya.

Isu yang rawan ini, menurut Ardian, segera akan dimanfaatkan opisisi bersama dengan civil society dan mayoritas publik yang kecewa. Dalam konteks inilah, data survei ini menjadi alarm dini bagi pembuat kebijakan.  “Setiap langkah mengubah arsitektur Pilkada tanpa mandat publik berisiko memicu krisis legitimasi yang jauh lebih mahal,” jelas Ardian.

Read Entire Article