Pendidikan, Mutu, dan Daya Saing: Aksi Generasi Muda untuk SDGs Pilar 4

2 days ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Tidak hanya fokus kuantitas, namun yang terpenting adalah kualitas. Itulah semboyan pemuda dan pemangku kebijakan dalam pendidikan. Pendidikan berkualitas adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui pendidikan berkualitas, generasi muda tidak hanya dibekali dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan nilai-nilai karakter bangsa yang membuat mereka siap menghadapi tantangan zaman.

Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu agenda pembangunan global yang disepakati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2015 dan terdiri dari 17 tujuan yang ingin dicapai pada tahun 2030. Salah satunya adalah SDGs 4, yang menekankan pendidikan berkualitas, inklusif, adil, dan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.

Di Indonesia, fokus pendidikan merupakan amanah konstitusi sebagai tujuan negara Indonesia dalam UUD Negara RI tahun 1945 sebagai mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih lanjut komitmen ini untuk mendukung agenda global yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029, yaitu dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan yang menjadi pedoman pemerintah. Dalam RPJMN 2024 – 2025. Salah satu agenda strategis utama adalah penguatan sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta inovasi untuk mendorong daya saing bangsa (Bappenas, 2024).

Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan tantangan besar terutama dalam kualitas pendidikan pemuda. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia memang meningkat menjadi 74,39, tetapi capaian ini belum sepenuhnya mencerminkan pemerataan kualitas sumber daya manusia muda di seluruh daerah.

Pemuda di Papua dan Papua Barat, misalnya, memiliki kesempatan belajar yang lebih terbatas dibandingkan dengan rekan mereka di DKI Jakarta atau Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah lebih maju. Meski demikian, faktor internal dari diri pemuda juga memegang peranan penting. Motivasi belajar, kedisiplinan, rasa ingin tahu, dan kemauan untuk mengembangkan diri menjadi kunci utama dalam menentukan kualitas mereka, bahkan ketika fasilitas pendidikan tidak selalu memadai. Jika generasi muda mampu menumbuhkan semangat belajar mandiri dan memanfaatkan peluang yang ada, maka keterbatasan eksternal bisa dilampaui. Sebaliknya, tanpa kesadaran dan tekad dari dalam diri, peluang yang luas sekalipun akan sulit menghasilkan perubahan nyata.

Tantangan lain datang dari kualitas keterampilan generasi muda kita. Laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2023 menyoroti adanya kesenjangan keterampilan atau skill gap, khususnya dalam literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi. Padahal, keterampilan inilah yang paling dibutuhkan di era industri digital dan globalisasi.

Banyak lulusan sekolah atau perguruan tinggi masih kesulitan beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja karena tidak memiliki keterampilan yang relevan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan banyak lulusan, tetapi harus benar-benar fokus pada kualitas. Namun, kualitas tersebut pada akhirnya juga sangat ditentukan oleh sikap internal pemuda itu sendiri sebagai refleksi.

Semangat untuk terus belajar, keberanian mencoba hal baru, dan kemauan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi faktor utama yang akan membedakan generasi muda yang siap bersaing dengan yang hanya menjadi penonton.

Peran pemuda sebagai agen perubahan tidak berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan melalui kesadaran serta tindakan nyata yang lahir dari dalam diri mereka (motivasi internal). Kekuatan terbesar generasi muda terletak pada kemampuan untuk memimpin diri sendiri berupa menumbuhkan semangat belajar yang konsisten, berani keluar dari zona nyaman, dan mengasah kreativitas agar mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan modal ini, mereka bisa melahirkan gagasan baru, membangun jejaring kolaborasi, serta menciptakan solusi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Inovasi-inovasi kecil yang lahir dari desa, komunitas, maupun kampus dapat menjadi fondasi besar bagi perubahan bangsa. Bila tekad dan potensi internal ini terus dipupuk, generasi muda tidak hanya akan menjadi penerus pembangunan, tetapi juga penentu arah sejarah/peradaban.

Pemuda dengan kualitas pendidikan yang baik akan membawa Indonesia melangkah lebih percaya diri menuju visi 2045 sebagai negara maju. Ketika pemuda memiliki visi, semangat, dan tekad yang kuat, mereka mampu mengubah dunia (Nelson mandela).

Gambar 1. Aksi PEMUDA 4.0 untuk SDGs 4

Pemerataan Pendidikan: Tantangan dan Harapan

Read Entire Article