Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, N Nurlaela Arief bersama para mahasiswa di RheinMain University of Applied Sciences, Wiesbaden, Jerman(ISTIMEWA)
INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional melalui kontribusi akademik dosen di luar negeri.
Menjembatani pemahaman komunikasi lintas budaya, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB, N Nurlaela Arief dipercaya menjadi International Guest Lecturer di RheinMain University of Applied Sciences, Wiesbaden, Jerman, selama dua pekan, pada 15 November hingga 2 Desember 2025 lalu.
Dalam program tersebut Nurlaela mengajar pada program Sarjana (S1) International Media Management, sebuah program internasional di bawah Faculty of Design, Computer Science, and Media.
RheinMain University berlokasi di Wiesbaden, sekitar 30 menit dari Frankfurt dan dikenal sebagai universitas terapan yang mengedepankan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lintas disiplin.
Keikutsertaan Nurlaela dalam program ini tidak diperoleh secara instan. Kesempatan tersebut berawal dari jejaring akademik internasional yang kemudian berlanjut ke proses seleksi resmi oleh pihak kampus di Jerman. Melalui rekomendasi akademik, Nurlaela diajukan mengisi posisi Visiting Lecturer di Faculty of Design, Computer Science, and Media.
"Proses seleksi yang dijalani ini ketat, mulai menyusun dan mengajukan silabus perkuliahan, merancang metode pengajaran yang interaktif serta mengirimkan video simulasi mengajar sebagai bagian dari seleksi penilaian kemampuan. Program ini sebenarnya dirancang untuk empat minggu. Namun, karena tanggung jawab di Tanah Air, jadwal pengajaran dipadatkan menjadi dua minggu yang sangat intensif,” ungkap Nurlela.
Membedah Lanskap Media di Indonesia
Kelas International Media Management diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, tidak hanya Jerman, tetapi juga Prancis, Maroko, serta negara-negara Eropa lainnya. Materi perkuliahan mencakup Intercultural Corporate Communication, Corporate Diplomacy, dan International Media Management dengan fokus pada media management, media economics, media relations, serta pemetaan lanskap media global.
Menurut Nurlela, salah satu topik yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah pembahasan mengenai lanskap media di Indonesia. Di hadapan kelas multinasional, ia memaparkan keragaman ekosistem media di Indonesia, bagaimana produksi, distribusi, media dikonsumsi dan diregulasi. Pengaturan media berdasarkan kepemilikan, media yang terafiliasi dengan kepentingan politik, hingga perkembangan media digital yang diakuisisi oleh venture capital juga terkait homeless media.
"Topik ini kemudian juga diperluas dengan diskusi komparatif. Mahasiswa diminta membandingkan struktur kepemilikan media, dan bagaimana dinamika industri media di Indonesia dengan kondisi di Eropa dan Amerika Serikat, negara-negara Asia lainnya sebagai latihan analisis perbandingan antar negara," paparnya.
Nurlela menambahkan, pengalaman mengajar di Jerman memberikan perspektif baru mengenai perbedaan budaya akademik. Mahasiswa Eropa cenderung menganut low-context communication, yaitu menyampaikan pendapat/kritik dan ketidaksetujuan secara langsung dan eksplisit. Hal ini berbeda dengan mahasiswa Indonesia yang lebih terbiasa dengan high-context communication, pesan kerap disampaikan secara implisit dan penuh pertimbangan sosial.
Refleksi bagi ITB dan Peluang Kolaborasi Global
Pengalaman mengajar di Jerman kata Nurlela, memberikan banyak pelajaran yang dapat diadaptasi di ITB terutama terkait penyesuaian metode pengajaran dengan karakter mahasiswa, pengelolaan kelas intensif serta pentingnya interaksi dan jeda dalam proses pembelajaran.
Di sisi lain, kehadiran dirinya sebagai pengajar di kampus internasional turut memperkuat faculty reputation ITB di tingkat global, yang menjadi salah satu indikator penting dalam pemeringkatan universitas dunia.
“Koneksi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama kelembagaan yang lebih formal. Tidak hanya bagi dosen, tetapi juga membuka peluang internasional bagi mahasiswa ITB di masa depan,” tuturnya.

1 day ago
12






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392741/original/040732000_1761499374-000_82396WX.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411327/original/005372700_1763011048-Ellham.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5416450/original/062853400_1763451078-Harga_Apple_Watch_Series_11_hingga_Watch_Ultra_3_di_Indonesia_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4957585/original/091770400_1727772719-000_36HG47A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4332604/original/083769300_1677034000-000_339Q9N4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4110996/original/050787700_1659452347-Spotify_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412907/original/006280700_1763108886-Galaxy_Z_Flip_7.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5388981/original/067743700_1761183805-7.jpg)





