Anak Indonesia Hadapi Krisis Ganda: Tekanan Digital hingga Perubahan Iklim

1 day ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
 Tekanan Digital hingga Perubahan Iklim Ilustrasi(MI/FICKY RAMADHAN)

ANAK-ANAK Indonesia kini hidup di tengah dua krisis besar yang saling berkelindan, yakni tekanan dunia digital terhadap kesehatan mental dan ancaman krisis iklim yang menggerus pemenuhan hak-hak dasar mereka.

Studi Save the Children Indonesia tahun 2025 tentang Penguatan Perlindungan Digital dan Kesejahteraan Anak menunjukkan hampir 40 persen anak usia SMP menghabiskan waktu antara tiga hingga enam jam per hari di depan gawai. Puncak penggunaan terjadi pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, di mana anak perempuan tercatat memiliki durasi layar lebih lama dibandingkan anak laki-laki.

Temuan tersebut menguatkan fakta bahwa ruang digital telah menjadi bagian utama kehidupan anak. Bahkan di sekolah yang melarang penggunaan ponsel, anak-anak tetap berupaya mengakses gawai saat jam pelajaran.

Namun, meningkatnya literasi digital ternyata tidak otomatis berdampak positif pada kesehatan mental. Studi tersebut menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan digital, semakin buruk kondisi kesehatan mental anak. Meski sebagian besar anak sudah memahami risiko di ruang digital, mulai dari penipuan, peretasan, pencurian data, hingga perundungan siber, kesadaran ini belum diimbangi dengan keterampilan untuk merespons secara aman dan sehat.

"Anak-anak tahu ada risiko di ruang digital, tetapi mereka sering kali bingung harus berbuat apa. Literasi digital saja tidak cukup. Anak membutuhkan kompetensi digital yang utuh, pendampingan dari orang tua dan guru, serta dukungan kesehatan mental yang memadai," kata CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar dalam diskusi di Jakarta, Rabu (14/1).

Di saat bersamaan, anak-anak Indonesia juga menghadapi krisis lain yang tak kalah serius. Laporan Voluntary National Review (VNR) SDGs tahun 2025 menunjukkan bahwa krisis iklim telah berdampak langsung pada pemenuhan hak anak, mulai dari terganggunya pola makan dan kesehatan, menurunnya pendapatan keluarga, hingga meningkatnya risiko perlindungan anak, terutama dalam situasi bencana.

Kajian bersama Save the Children Indonesia dan Humanitarian Forum Indonesia pada Desember 2025 mengungkapkan bahwa kecukupan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.

Selain itu, banyak fasilitas kesehatan terdampak bencana belum mampu beroperasi secara optimal, sementara kebutuhan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui belum terpenuhi secara memadai.

Menghadapi krisis ganda ini, Save the Children Indonesia pun menegaskan pentingnya pendekatan perlindungan anak yang komprehensif dan terintegrasi. Memasuki tahun 2026, organisasi tersebut menyoroti sejumlah prioritas mendesak, antara lain penguatan keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan, sistem perlindungan, serta partisipasi aktif anak, guru, dan orang tua.

"Selain itu, peningkatan literasi adaptasi krisis iklim dan mendorong aksi iklim yang bermakna bagi anak juga menjadi agenda penting," ujarnya.

Save the Children Indonesia turut menekankan perlunya memastikan pemenuhan hak anak dalam tahapan transisi pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar bangsa ini adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis serta perubahan zaman. Tanpa perlindungan dan pemenuhan hak anak hari ini, cita-cita besar itu akan sulit tercapai," tuturnya.(H-2)

Read Entire Article