2.000 Lebih Demonstran Iran Tewas, Donald Trump Janjikan Bantuan 

2 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
2.000 Lebih Demonstran Iran Tewas, Donald Trump Janjikan Bantuan  Demonstrasi di Iran(BBC Persian)

GELOMBANG demonstrasi besar-besaran yang mengguncang Iran selama 17 hari terakhir berujung pada pertumpahan darah yang mengerikan. Lembaga hak asasi manusia berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas akibat tindakan keras aparat keamanan dalam upaya meredam protes di seluruh negeri.

Data dari HRANA merinci setidaknya 1.850 demonstran, 135 personel pemerintah, sembilan warga sipil, dan sembilan anak-anak kehilangan nyawa. Meski angka ini sudah sangat tinggi, Deputi Direktur HRANA, Skylar Thompson, menyebut jumlah tersebut masih bersifat konservatif.

Kondisi Layaknya "Zona Perang"

Protes yang awalnya dipicu oleh kemarahan atas anjloknya nilai tukar mata uang dan lonjakan biaya hidup ini telah meluas ke 180 kota di 31 provinsi. Tuntutan massa kini berkembang menjadi desakan perubahan politik, yang menjadi tantangan paling serius bagi kepemimpinan ulama sejak Revolusi Islam 1979.

Di Teheran, situasi dilaporkan sangat mencekam. Video yang beredar menunjukkan kerumunan orang mencari jenazah orang tercinta di Pusat Forensik Kahrizak. Di sana, sedikitnya 180 kantong jenazah terlihat berjejer.

"Rekan saya pergi ke sana [Kahrizak] untuk mencari saudaranya, dan ia justru melupakan kesedihannya sendiri (karena melihat begitu banyak mayat)," ujar seorang aktivis kepada BBC Persian. "Jenazah ditumpuk dari setiap lingkungan. Anda tidak akan tahu seberapa besar tingkat kekerasan yang telah digunakan."

Profesor Shahram Kordasti, seorang ahli onkologi di London yang menjalin kontak dengan rekan-rekannya di Iran, menggambarkan kondisi rumah sakit yang kewalahan. "Di sebagian besar rumah sakit, kondisinya seperti zona perang. Kami kekurangan pasokan, kekurangan darah," ungkapnya menirukan pesan dari koleganya di Teheran.

Trump Siapkan Opsi Militer

Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump memberikan dukungan terbuka bagi para demonstran melalui unggahan di Truth Social. "Patriot Iran, TERUSLAH PROTES - AMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!! Simpan nama-nama pembunuh dan penyiksa itu. Mereka akan membayar harga yang mahal," tulis Trump.

Ia juga menambahkan, "BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!! (Make Iran Great Again)."

Gedung Putih dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai langkah, mulai dari serangan rudal jarak jauh, operasi siber, hingga kampanye psikologis. Sebelumnya, Trump telah memberlakukan tarif 25% bagi negara mana pun yang berdagang dengan Iran.

Respons Keras Pemerintah Iran

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Iran siap untuk diplomasi namun juga siap menghadapi opsi militer. Ia berdalih pemerintah terpaksa bertindak tegas karena adanya infiltrasi "kelompok teroris terlatih" dari luar negeri.

Hingga saat ini, lebih dari 16.780 orang telah ditangkap. Tekanan internasional pun terus berdatangan. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Türk, mendesak Iran menghentikan kekerasan dan mengecam penggunaan label "teroris" untuk melegitimasi penindasan.

Namun, pihak yudisial Iran tetap pada posisi keras. Beberapa demonstran mulai dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan "permusuhan terhadap Tuhan", sebuah pelanggaran keamanan nasional yang membawa hukuman maksimal. (BBC/Z-2)

Read Entire Article